Disisi Klaim

Ini hanyalah catatan pribadi yang berisi hal-hal yang pernah dialami penulis terutama tutorial di seputar dunia maya. Tujuannya sebagai media untuk nyangcang ilmu dan share. Hasil dari cumat-comot banyak sumber yang ditransiterasi ulang oleh sim kuring. Mohon maaf jika sumber asalnya tidak semuanya dicantumkan... Kalau ada yang berguna silahkan sahaja ambil, tanpa basa-basi juga gpp koq. yang penting bisa digunakan untuk kebaikan. jikalau disalahgunakan, saya tegaskan "SAYA BERLEPAS DIRI DARI ITUH". Kalau ada kaedah yang salah, mohon dikoreksi ya, agar ilmunya tidak menyesatkan.

Friday, April 29, 2011

KEKHUSUSAN (KARAKTERISTIK) AL-ARSY

http://almanhaj.or.id/content/3048/slash/0
__________________________________________________________
Pengantar
Telah lalu dibahas aqidah Ahlussunnah seputar Al Arsy maka pada edisi ini
akan dibahas -inSya Allah - tentang sifat dan karekteristik (kekhususan)
Al-Arsy.
__________________________________________________________

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengkhususkan Al-Arsy dengan beberapa
kekhususan yang membedakanya dari sekalian makhluk yang lain karena Al-Arsy
memiliki kedudukan yang tinggi disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut kata Al-Arsy sebanyak dua puluh satu kali
didalam Al Quran dan hal ini menunjukkan ketinggian kedudukan dan martabat
di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala
memuji dirinya dalam banyak ayat dengan mengatakan dialah pemilik Al-Arsy
yang agung dan besar lagi mulia, seperti dalam firmanNya.

وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ



Dan Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung". [At-Taubah/9:129]

قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Katakanlah:"Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy
yang besar?" [Al-Mu'minuun/23:86]

ذُوالْعَرْشِ الْمَجِيدُ

Yang mempunyai singgasana, lagi Maha Mulia [Al-Buruuj/85:15]

فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ
الْكَرِيم

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya;tidak ada ilah (yang berhak
disembah) selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.
[Al-Mu'minuun/23:116]

Dalam ayat-ayat diatas Allah Subhanahu wa Ta'ala mensifatkan kepada kita
bahwa Al-Arsy itu agung dan mulia, agung karena dia adalah makhluk yang
paling besar dan paling tinggi sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala
menjadikanya sebagai tempat bersemayamNya dan mulia karena dia memiliki
kedudukan yang berbeda dari makhluk-makhluk yang lainnya dan dia memiliki
sifat-sifat yang tinggi dan mulia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa
Ta'ala:

رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَن
يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنذِرَ يَوْمَ التَّلاَقِ

(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus
Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di
antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari
pertemuan (hari kiamat). [Al-Mu'min/40:15]

Juga menunjukkan keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan ketinggian ArsyNya
yang berada diatas seluruh makhluqnya apalagi Allah l telah banyak
menghubungkannya dengan namanya "Arrohman" yang tentunya mengandung satu
keistimewaan yang tidak dimiliki selainnya, seperti firman Allah Subhanahu
wa Ta'ala :

الرَّحْمَنُ عَلَى اْلعَرْشِ اسْتَوَى

(Yaitu) Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas 'Arsy. [Thaahaa/20:5]

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ
أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَسْئَلْ بِهِ خَبِيرًا

Yang Menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam
masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka
tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang
Dia. [Al-Furqaan/25:59]

Dalam ayat ini terkandung pengertian bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala berada
diatas makhluk yang paling luas dan paling besar yang dapat melingkupi
seluruh makhluk yang lainnya.

Oleh karena itu perlulah kita mengetahui kekhususan-kekhususan Al-Arsy yang
diberikan Allah Subahnahu wa Ta'ala kepadanya.

DIANTARA KEKHUSUSANNYA.
1. Tempat Bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ini merupakan kekhususan yang paling besar dan agung yang dimiliki Al Arsy
dimana karena inilah Al Arsy memiliki kekhususan-kekhususan yang lainnya.
Masalah bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala di atas Al Arsy telah
ditunjukkan oleh Alkitab dan Assunnah, disebutkan dalam Al Quran sebanyak
tujuh tempat dan tentunya penyebutan yang berulang-ulang ini menegaskan
keagungan dan arti pentingnya Al Arsy ditambah dengan banyaknya
hadits-hadits yang menunjukkan dengan tegas kebenaran hal tersebut.

Sesungguhnya madzhab salaf dari para sahabat, tabiin dan yang lainnya
berpendapat bahwa Allah Subhanhu wa Ta'ala bersemayam diatas Al Arsy dengan
tanpa takyif (membagaimanakannya), tamtsil (menyerupainya dengan makhluk),
Tahrif (menyelewengkan makna yang sebenarnya) dan Ta'thil (menolaknya) [1],
karena Allah Subhanahu wa Ta'ala bersemayam diatas ArsyNya dengan
persemayaman yang sesuai dengan kebesaran dan keagunganNya. Adapun hakikat
bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak diketahui oleh kita dan
bertanya tentang hal itu satu kebidahan, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala
tidak memperlihatkan kepada kita hakikat dzatNya, maka bagaimana kita dapat
mengetahui bagaimana bersemayamnya Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Dia yang
berfirman:

وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ

Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. [Al-Baqarah/2:255]

2. Al-Arsy Adalah Makhluk Yang Tertinggi Dan Menjadi Atapnya Para Makhluk
Yang Lain.
Diantar kekhususan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Al Arsy
adalah menjadikannya sebagai makhluk paling dekat denganNya dan yang paling
tinggi lebih tinggi dari langit, bumi dan syurga dan dia merupakan atapnya,
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ
اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفْجُرُ
أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Jika kalian meminta, mintalah Alfirdaus, karena dia adalah tengah-tengah
syurga dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya
terpancar sungai-sungai syurga.[2]

Berkata Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah bin Abi Zamaniin dalam kitabnya
Ushulussunnah: dan dari pendapat Ahlussunnah adalah Allah telah menciptakan
AlArsy dan mengkhususkannya dengan berada diatas dan ketinggian diatas semua
makhluqNya kemudian bersemayam diatasnya. [3]

Ketinggian Al Arsy sebagai makhluk yang paling tinggi menunjukkan secara
langsung bahwa dia adalah makhluk yang paling dekat kepada Allah Subhanahu
wa Ta'ala dan hal ini sebagaimana dikatakan Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu.

بَيْنَ السَمَاء السَابِعَةِ و الكُرْسِي خَمْسَمِائَةِ عَامٍ وَبَيْنَ
الكُرْسِي والمَاء خَمْسَمِائَةِ عَامٍ وَالْعَرْشُ فَوْقَ الْمَاءِ وَاللهُ
فَوْقَ الْعَرْشِ

Antara langit ketujuh dan kursi lima ratus tahun dan antara kursi dan air
lima ratus tahun dan Al Arsy diatas air dan Allah Subhanahu wa Ta'ala diatas
Al Arsy [4]

Dan berkata Ibnu Taimiyah rahimahullah : Adapun Al Arsy maka dia berupa
kubah sebagaimana diriwayatkan dalam As Sunan karya Abu Daud dari jalan
periwayatan Jubair bin Muth’im, dia berkata : Telah datang menemui
Rasulullah seorang A’rob dan berkata : Wahai Rasulullah jiwa-jiwa telah
susah dan keluarga telah kelaparan- dan beliau menyebut hadits- sampai
berkata Rasulullah `

إِنَّ الله عَلَى عَرْشِهِ وَ إِنَّ عَرْشَهُ عَلَى سَمَوَاتِهِ وَ أَرْضِهِ
كَهَكَذَا وَ قَالَ بِأَصَابِعِهِ مِثْلَ اْلقُبَّةِ

Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi,
seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah.
[5]

Dan tentang ketinggiannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
:

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ
اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفْجُرُ
أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Jika kalian meminta, mintalah Al Firdaus, karena dia syurga yang paling
utama dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya
terpancar sungai-sungai syurga. [6]

Dan jelaslah dengan hadits-hadits ini bahwa Al Arsy adalah makhluq yang
paling tinggi dan dia seperti kubah…[7]

3. Al Arsy Adalah Makhluk Yang Terbesar Dan Teragung Serta Terberat
Al Arsy merupakan makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang paling besar dan
luas serta agung dan ini Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan agar sesuai dan
pantas sebagai tempat bersemayamnya Dia Subhanahu wa Ta'ala.

Al Quran dan As Sunnah telah menunjukkan Kebesaran dan keluasan Al Arsy
seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Dan Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung. [At-Taubah/9:129]

Berkata Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini: bermakna Dialah pemilik dan
pencipta segala sesuatu; karena Dia Rabb yang memiliki Al Arsy yang agung
yang merupakan atapnya para makhluk dan semua makhluk dari langit dan bumi
dan yang ada pada keduanya dibawah Al Arsy.[8] Dan dari hadits-hadits Nabi
adalah sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.

إِنَّ الله عَلَى عَرْشِهِ وَ إِنَّ عَرْشَهُ عَلَى سَمَوَاتِهِ وَ أَرْضِهِ
كَهَكَذَا وَ قَالَ بِأَصَابِعِهِ مِثْلَ اْلقُبَّةِ

Sesungguhnya Allah diatas ArsyNya dan ArsyNya diatas langit-langit dan bumi,
seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti
kubah.[9]

Disini Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyerupakan Al Arsy seperti kubah
atas alam ini yang terdiri dari langit-langit dan bumi serta isinya dan
seperti atap untuk keduanya, disini sangat jelas menunjukkan keagungan,
kebesaran dan keluasan Al Arsy, bukan hanya lebih besar dari langit-langit
dan bumi akan tetapi keluasannya tidak dapat dibayangkan oleh kita,
sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada
Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu.

يَاأَبَا ذَرٍّ مَا السَمَوَاتُ السَبْعُ فِيْ الكُرْسِي إِلاَ كَحَلَقَةِ
مُلْقَاةٌ بِأَرْضِ فَلاَة وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الكُرْسِي كَفَضْل
الفلاَةِ عَلَى الحَلَقَةِ

Wahai Abu Dzar tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali seperti
lingkaran (gelang) yang dilemparkan ke tanah lapang, dan besarnya Al Arsy
dibandingkan dengan kursi seperti lebih besarnya tanah lapang dari lingkaran
(gelang).

Dan dalam riwayat yang lain.

مَا السَمَوَاتُ السَبْعُ وَالأَرْضُوْنَ السَبْعُ وَمَا بَيْنَهُنَّ وَمَا
فَيْهِنَّ فِيْ الكُرْسِي إِلاَ كَحَلَقَةِ مُلْقَاةٌ بِأَرْضِ فَلاَة وَإِنَّ
الكُرْسِي بِمَا فِيْهِ بِالنِسْبَةِ إلَىالْعَرْشِ عَلَى كتِلْكَ الحَلَقَةِ
عَلَىتِلْكَ الفلاَةِ

Tidak langit yang tujuh dan bumi yang tujuh dan apa yang ada diantara dan di
dalamnya dibandingkan dengan kursi kecuali seperti lingkaran (gelang) yang
dilempar ke tanah lapang, dan kursi dengan apa yang ada didalamnya
dibandingkan dengan Al Arsy seperti lingkaran (gelang) tersebut pada tanah
lapang tersebut. [10]

Berkata Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu.

الكُرْسِي مَوْضِعُ القَدَمَيْنِ وَ الْعَرْشُ لاَيَقْدِرُ قَدْرَهُ إِلاَ
اللهُ

Kursi tempat kedua telapak kaki dan Al Arsy tidak mampu mengukurnya kecuali
Allah Subhanahu wa Ta'ala. [11]

Disamping Al Arsy ini adalah makhluk terbesar dan terluas, diapun terberat,
sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihai wa sallam kepada Juwairiyah.

لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَاتٍ لَوْ وَزَنْتِ
بِمَا قُلْتِ مُنْذُ اليَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ الله و بِحَمْدِهِ
عَدَدَ خَلْقِهِ و رِضِا نَفْسِهِ و زِنَةَ عَرْشِهِ ومِدَدَ كَلِمَاتِهِ

Sungguh aku katakan setelah kamu empat kalimat tiga kali, seandainya
ditimbang dengan apa yang kamu ucapkan sejak hari ini maka sungguh dia dapat
menyamainya, Subhanallah wa bihamdihi, 'adada kholqihi wa ridho nafsihi wa
zinata Arsyihi wa midada kalimatihi.[12]

Berkata Ibnu Taimiyah : Maka ini menjelaskan bahwa berat Al Arsy paling
berat timbangannya.[13]

4. Al Arsy Tidak Termasuk Yang Digenggam Dan Digulung Ketika Hari Kiamat.
Ini merupakan kekhususan yang juga dimiliki oleh selainnya dan telah kita
ketahui bahwa Al Arsy diciptakan sebelum diciptakannya langit dan bumi
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ
وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاء

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan taqdir-taqdir seluiruh makhluk
sebelum diِdiciptakannya langit dan bumi lima puluh ribu tahun, beliau
bersabda: dan Arsy Nya ada diatas air. [14]

Dan telah kita ketahui bahwa langit dan bumi serta isinya akan di genggam
dan digulung serta diganti seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

وَمَاقَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَاْلأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya pada
hal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung
dengan tangan kanan-Nya.Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang
mereka persekutukan. [Az-Zumar/39:67]

Dan firmanNya yang lain.

يَوْمَ تُبَدَّلُ اْلأَرْضُ غَيْرَ اْلأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُوا
لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارَ

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian
pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke
hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. [Ibrahim/14:48]

Juga firmanNya.

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَآءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَآ
أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَآ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

(Yaitu) pada hari Kami menggulung langit sebagai menggulung
lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama
baegitulah Kami akan mengulangnya. Itulah janji yang pasti Kami tepati,
sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. [Al-Anbiyaa/ : 104]

Dan dalam shohihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anh, beliau berkata,
telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

يَقْبِضُ الهُض تَبَارَكَ وَتَعَالَى اْلأَرْضَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَطْوِي
السَّمَاءَ بِيَمِينِهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ مُلُوكُ
اْلأَرْضِ

Allah Subhnahu wa Ta'ala mengenggam bumi pada hari Kiamat dan menggulung
langit dengan tangan kananNya kemudian berkata : Aku raja penguasa, mana
para raja penguasa dunia. [15]

Dan dalam riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu dengan lafadz.

يَطْوِي الهُن عَزَّ وَجَلَّ السَّمَاوَاتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ
يَأْخُذُهُنَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ
الْجَبَّارُونَ أَيْنَ المتكبرون

Allah Subhnahu wa Ta'ala menggulung langit-langit pada hari Kiamat kemudian
mengambil mereka dengan tangan kananNya kemudian berkata : Aku raja
penguasa, mana para penindas, mana orang-orang yang sombong. [16]

Demikianlah keadaan hari Kiamat langit dan bumi dihancurkan dan tersisa
beberapa makhluq yang tidak dihancurkan dan dipunahkan oleh Allah Subhanahu
wa Ta'ala, seperti Syurga, Neraka, Al Arsy menurut kesepakatan Ahlus Sunnah
[17], maka Al Arsy di hari Kiamat tidak ikut digulung bumi seluruhnya dalam
genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit di gulung dan di hancuran Allah
Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana ditunjukkan oleh firmanNya.

وَحُمِلَتِ اْلأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً فَيَوْمَئِذٍ
وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ وَانشَقَّتِ السَّمَآءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ
وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَآئِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ
يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali
bentur. Maka pada hari itu terjadilah Kiamat, dan tebelahlah langit menjadi
lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari
itu delapan orang Malaikat menjungjung Arsy Rabbmu di atas ke kepala
mereka.[Al Haaqqah : 14-17]

Demikian juga dalam surat Az Zumar setelah menjelaskan keadaan hari Kiamat,
penduduk Neraka dan penduduk Syurga kemudian diakhiri dengan firmanNya.

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا
الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖفَنِعْمَ أَجْرُ
الْعَامِلِينَ وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ
يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۖوَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَقِيلَ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan mereka mengucapkan:"Segala puji bagi Allah yangtelah memenuhi janji-Nya
kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami
(diperkenankan) menempati tempat dalam jannah di mana saja kami kehendaki".
Maka jannah itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. Dan
kamu (Muhammad) akan melihat melaikat-malaikat berlingkar disekeliling 'Arsy
bertasbih sambil memuji Rabb-nya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba
Allah dengan adil dan diucapkan:"Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam".
[Az-Zumar/39:74-75]

Berkata Syeikhul Islam : Adapun Al Arsy tidaklah masuk dalam makhlul-makhluk
yang diciptakan dalam waktu enam hari dan tidak pula dibelah dan dipecah,
bahkan hadits-hadits yang masyhur menegaskan apa yang telah ditunjukkan Al
Quran tentang ketidak punahan Al Arsy, sebagimana dalam Ash Shohih bahwa
atapnya syurga 'Adn adalah Al Arsy, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ
اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفْجُرُ
أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Jika kalian meminta, mintalah Alfirdaus, karena dia syurga yang paling utama
dan yang paling tinggi dan diatasnya adalah Arsy Allah, dan darinya
terpancar sungai-sungai syurga. [18]

Demikianlah kekhususan (karakteristik) Al Arsy menurut Ahlus Sunnah wal
Jamaah. Semoga bermanfaat.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun V/1422H/2001M Diterbitkan
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton
Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

No comments:

Post a Comment